Malang Autism Center

Tantangan Anak ASD di Sekolah, Kesulitan dan Dukungan!

Anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) punya cara belajar yang unik, dan terkadang membuat mereka menghadapi beberapa tantangan di sekolah. Meskipun anak-anak dengan ASD memiliki potensi besar untuk belajar, mereka sering menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan teman-teman, berkomunikasi, dan mengikuti kegiatan di kelas. Yuk, kita bahas beberapa tantangan yang sering dihadapi anak-anak dengan ASD di lingkungan pendidikan.

kesulitan berinteraksi sosial

Anak-anak penderita ASD kadang merasa kesulitan berinteraksi dengan teman-teman mereka. Mereka mungkin tidak bisa menangkap isyarat sosial seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau nada suara, yang membuat mereka kesulitan memahami percakapan atau bekerja sama dengan teman sebaya. Hal ini bisa membuat mereka merasa terlindungi di kelas, atau bahkan cemas saat berinteraksi dalam kegiatan kelompok.

Untuk membantu mereka, guru bisa mengatur kegiatan yang mendorong anak-anak dengan ASD untuk berlatih berinteraksi, seperti permainan yang melibatkan kerjasama atau kegiatan sosial yang terstruktur. Dengan dukungan ini, anak-anak dengan ASD bisa mulai merasa lebih nyaman berinteraksi dengan teman-temannya.

Masalah Komunikasi

Komunikasi sering menjadi tantangan besar bagi anak-anak dengan ASD. Beberapa dari mereka kesulitan untuk berbicara atau mengikuti percakapan, sementara yang lain mungkin tidak berbicara sama sekali dan lebih memilih menggunakan cara lain untuk berkomunikasi, seperti gambar atau alat bantu komunikasi lainnya. Hal ini membuat mereka kesulitan menyampaikan pendapat atau mengikuti instruksi di kelas.

Didalamnya peran penting dari guru dan orang tua untuk memberikan dukungan dengan menggunakan alat bantu komunikasi atau teknologi yang memudahkan mereka. Misalnya, menggunakan gambar atau perangkat berbasis teknologi dapat membantu anak-anak dengan ASD untuk lebih mudah berkomunikasi dan mengikuti pelajaran.

Sulit Fokus dan Mempertahankan Perhatian

Anak-anak penderita ASD terkadang merasa kesulitan untuk fokus, terutama saat terdapat banyak gangguan di sekitar mereka. Misalnya, saat ada suara bising atau ketika mereka merasa bosan dengan materi pelajaran yang sedang diajarkan. Hal ini membuat mereka susah mengikuti pelajaran atau menyelesaikan tugas.

Untuk membantu mereka tetap fokus, kelas bisa dibuat lebih terstruktur dan dengan gangguan yang minimal. Menggunakan materi yang lebih menarik, seperti gambar, video, atau aktivitas yang lebih interaktif, dapat membantu anak-anak dengan ASD untuk lebih terlibat dalam pelajaran.

kesulitan mengikuti instruksi

Kadang-kadang, instruksi yang diberikan di kelas bisa terasa membingungkan bagi anak-anak penderita ASD. Instruksi yang terlalu panjang atau kompleks bisa membuat mereka merasa bingung dan kesulitan mengikuti apa yang diminta. Hal ini sering terjadi jika instruksi tidak disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.

Cara untuk mengatasinya adalah dengan memberikan instruksi yang lebih sederhana dan jelas. Misalnya, memberi petunjuk langkah demi langkah atau menggunakan alat bantu visual untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan. Ini akan membantu anak-anak dengan ASD untuk lebih mudah mengikuti pelajaran dan menyelesaikan tugas.

Perubahan Rutinitas yang Membingungkan

Anak-anak dengan ASD biasanya sangat bergantung pada rutinitas yang konsisten dan konsisten. Jika ada perubahan mendadak, seperti jadwal yang berbeda atau pengaturan kelas yang baru, mereka bisa merasa cemas atau bingung. Perubahan yang tidak terduga ini sering kali mempengaruhi suasana hati mereka dan membuat mereka lebih sulit beradaptasi.

Untuk membantu mereka, guru bisa memberi tahu terlebih dahulu tentang perubahan yang akan terjadi. Misalnya, memberi pengumuman tentang jadwal yang berubah atau kegiatan yang berbeda sehingga anak-anak dengan ASD dapat mempersiapkan diri. Ini akan mengurangi kecemasan dan membantu mereka merasa lebih aman.

membantu dengan Keterampilan Motorik

Beberapa anak penderita ASD juga mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik, baik itu motorik kasar (seperti koordinasi tubuh) maupun motorik halus (seperti menulis atau menggambar). Hal ini bisa membuat mereka merasa kesulitan saat harus berpartisipasi dalam kegiatan fisik atau menyelesaikan tugas yang membutuhkan keterampilan tangan.

Untuk membantu anak-anak ini, kegiatan fisik yang melibatkan gerakan tubuh atau latihan motorik bisa sangat bermanfaat. Aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain bola atau menggambar, dapat membantu mereka meningkatkan keterampilan motorik dan merasa lebih percaya diri.

Stigma Sosial dan Isolasi

Anak-anak dengan ASD sering kali merasa terlindungi karena kurangnya pemahaman dari teman-teman mereka tentang kondisi mereka. Stigma sosial ini bisa membuat mereka merasa diabaikan atau diolok-olok, yang tentunya mempengaruhi kesejahteraan dan proses belajar mereka.

Sekolah perlu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, di mana semua anak dihargai dan diterima, terlepas dari perbedaan mereka. Program edukasi untuk teman sebaya tentang keberagaman dan autisme sangat penting agar anak-anak dengan ASD bisa merasa diterima dan dihargai di sekolah.

Anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menghadapi tantangan yang cukup besar di lingkungan pendidikan, mulai dari kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya hingga kesulitan mengikuti instruksi atau mengubah rutinitas. Namun, dengan pendekatan yang tepat, dukungan dari guru, orang tua, dan teman-teman sebaya, mereka dapat mengatasi tantangan tersebut. Lingkungan yang inklusif, penggunaan alat bantu komunikasi, serta metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka akan sangat membantu anak-anak dengan ASD untuk berkembang dan belajar dengan lebih baik.

Artikel Terkait

Malang Autism Center

Malang Autism Center (MAC) menyediakan layanan ramah anak ASD dengan kegiatan yang berorientasi pada kemandirian anak serta didukung dengan fasilitas yang mendukung.

Insight MAC

Buka WhatsApp
Klik Untuk Ke Wa
Halo! Apa yang bisa saya bantu